Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam

Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam

Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam
Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, diperlukan adanya pendekatan atau metode. Pertama ekspositori, metode mengajar yang biasa digunakan dalam pengajaran ekspositori adalah metode ceramah dan demonstrasi. Kedua, pembelajaran dengan mengaktifkan siswa. Dalam metode ini siswa lebih banyak aktif, namun tidak berarti guru tinggal diam. Guru memberikan petunjuk, mengarahkan anak didik tentang apa yang harus dilakukan. Metode yang banyak digunakan dalam pembelajaran siswa aktif sebagai berikut:
a.  Tanya jawab
b.  Diskusi
c.  Pengamatan dan percobaan
d.  Pemecahan masalah
e.  Pemberian tugas.
Dalam perspektif Islam, ada beberapa metode yang dapat dikembangkan selain yang telah disebutkan di atas, yaitu:

1. Metode Dialog Qur’āni dan Nabawi

Metode dialog qur’āni dan nabawi adalah metode pendidikan dengan cara berdiskusi sebagaimana yang digunakan oleh Alquran dan atau hadis-hadis nabi. Metode ini, disebut pula metode khiwār yang meliputi dialog khitābi dan ta’abbudi (bertanya dan lalu menjawab); dialog deksriftif dan dialog naratif (menggambarkan dan lalu mencermati); dialog argumentatif (berdiskusi lalu mengemukakan alasan kuat); dan dialog Nabawi (menanamkan rasa percaya diri, lalu beriman). Untuk yang terakhir ini, (dialog Nabawi) sering dipraktekkan oleh sahabat ketika mereka bertanya sesuatu kepada Nabi saw.
Dialog qur’āni-nabawi merupakan jembatan yang dapat menghubungkan pemikiran seseorang dengan orang lain sehingga mempunyai dampak terhadap jiwa peserta didik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni;
a. permasalahan yang disajikan secara dinamis
b. peserta dialog tertarik untuk terus mengikuti jalannya percakapan itu
c. dapat membangkitkan perasaan dan menimbulkan kesan dalam jiwa
d. topik pembicaraan yang disajikan secara realistis dan manusiawi
Dapat dirumuskan bahwa dialog qur’āni-nabawi adalah metode pendidikan Islam yang efektif dalam upaya menanamkan iman pada diri seseorang, sehingga sikap dan perilakunya senantiasa terkontrol dengan baik.

2. Metode Kisah Qur’āni dan Nabawi

Metode kisah disebut pula metode “cerita” yakni cara mendidik dengan mengandalkan bahasa, baik lisan maupun tertulis dengan menyampaikan pesan dari sumber pokok sejarah Islam, yakni al-Qur’an dan Hadis.
Salah satu metode yang digunakan al-Qur’an untuk mengarahkan manusia ke arah yang dikehendakinya adalah dengan menggunakan cerita (kisah). Setiap kisah menunjang materi yang disajikan, baik kisah tersebut benar-benar terjadi maupun kisah simbolik.

Dalam al-Qur’an dijumpai banyak kisah, terutama yang berkenaan dengan misi kerasulan dan umat masa lampau. Muhammad Qutb berpendapat bahwa kisah-kisah yang ada dalam al-Qur’an dikategorikan ke dalam tiga bagian; pertama, kisah yang menunjukkan tempat, tokoh dan gambaran peristiwa; kedua, kisah yang menunjukkan peristiwa dan keadaan tertentu tanpa menyebut nama dan tempat kejadian; ketiga, kisah dalam bentuk dialog yang terkadang tidak disebutkan pelakunya dan dimana tempat kejadiannya.
Pentingnya metode kisah diterapkan dalam dunia pendidi-kan karena dengan metode ini, akan memberikan kekuatan psikologis kepada peserta didik, dalam artian bahwa; dengan mengemukakan kisah-kisah nabi  kepada peserta didik, mereka secara psikologis terdorong untuk menjadikan nabi-nabi tersebut sebagai uswah (suri tauladan).

Kisah-kisah dalam al-Qur’an dan hadis secara umum bertujuan memberikan pengajaran terutama kepada orang-orang yang mau menggunakan akalnya. Relevansi antara cerita (kisah) qur’āni dengan metode penyampaian cerita dalam lingkungan pendidikan ini sangat erat. Metode ini merupakan suatu bentuk teknik pnyampaian informasi dan instruksi yang amat bernilai, dan seorang pendidik harus dapat memanfaatkan potensi kisah bagi pembentukan sikap yang merupakan bagian esensial pendidikan qur’āni dan nabawi.

Cara pembenihan ikan lele

Cara pembenihan ikan lele

Cara pembenihan ikan lele

Terdapat dua segmen bisnis di dalam budidaya ikan lele, yakni bisnis pembesaran dan bisnis pembenihan. Para peternak pembesaran kebanyakan tidak membenihkan sendiri. Lebih praktis bagi mereka untuk belanja benih dari peternak benih. Karena bisnis pembenihan ikan lele perlu tingkat keterampilan dan ketelitian yang lebih tinggi.

Cara pembenihan ikan lele

Cara pemeliharaan dan perlakuan budidaya pembesaran berbeda dengan budidaya pembenihan. Akan lebih baik apabila peternak fokus terhadap tidak benar satu segmen bisnis tersebut. Setelah pada mulanya kami membicarakan segmen pembesaran ikan lele, kali ini kami bakal membicarakan cara pembenihan ikan lele. Untuk paham lebih jauh silakan lihat tetap artikel ini.

Seleksi indukan ikan lele
Memilih indukan untuk pembenihan ikan lele hendaknya dimulai sejak calon indukan masih berukuran sekitar 5-10 cm. Pilih ikan lele yang membawa sifat-sifat unggul seperti tidak cacat, punyai wujud tubuh yang baik, gerakannya lincah, pertumbuhannya paling cepat dibanding lainnya. Kemudian memelihara calon-calon indukan unggul selanjutnya di dalam kolam pemeliharaan tersendiri. Pemeliharaan calon indukan bakal lebih baik apabila diperlakukan lebih istimewa, dengan mengimbuhkan pakan memiliki kwalitas dan pengairan yang bagus.

Penyeleksian terhadap calon indukan untuk pembenihan ikan lele dilakukan tiap tiap 2 minggu sekali. Jangan lupa pisahkan berdasarkan ukuran sehingga tidak saling kanibal. Lakukan secara berkala hingga mendapatkan indukan yang terlalu baik. Ikan lele jantan mampu dijadikan indukan sesudah berumur 8 bulan, sedangkan untuk lele betina setidaknya berumur satu tahun. Bobot indukan yang baik setidaknya mencapai 0,5 kg.

Setelah calon-calon indukan cukup usia dan ukuran, pilih indukan-indukan yang nampak bugar, bebas penyakit dan wujud tubuh yang bagus untuk proses pemijahan. Indukan yang bakal dipijahkan sebaiknya dipelihara di dalam kolam khusus. Pisahkan antara jantan dan betina sehingga tidak berlangsung pembuahan diluar rencana.

Kolam tertentu berguna untuk memelihara calon induk hingga siap matang gonad. Berikan pakan dengan kualitas baik untuk mempercepat kematangan gonad. Jumlah pakan yang kudu diberikan terhadap calon induk setidaknya 3-5% dari bobot tubuhnya tiap tiap hari dan diberikan dengan frekuensi 3-5 kali sehari. Kepadatan kolam untuk pemeliharan indukan ini tidak boleh lebih dari 6 ekor per m2. Dari kolam ini indukan lele yang mencukupi kriteria matang gonad, diambil untuk dipijahkan.

Indukan betina yang udah matang gonad punyai tanda-tanda sebagai berikut:

Bagian perut membesar ke arah anus, apabila diraba tersa lembek
Apabila diurut bakal nampak telur berwarna hijau tua
Alat kelamin berwarna kemerahan dan nampak membengkak
Warna tubuh beralih jadi coklat kemerahan
Gerakannya lambat
Sedangkan untuk indukan jantan untuk pembenihan ikan lele hendaknya punyai tanda-tanda sebagai berikut:

Tubuhnya ramping
Alat kelaminnya memerah
Warna tubuh bakal nampak coklat kemerahan
Gerakannya lincah
Teknik pemijahan ikan lele
Pemijahan atau mengawinkan ikan untuk pembenihan ikan lele mampu dilakukan dengan beraneka metode, baik yang alami atau intensif. Pemijahan alami yakni perkawinan yang tidak perlu campur tangan manusia di dalam proses pembuahan sel telur dengan sperma. Sedangkan pemijahan intensif merupakan proses perkawinan yang perlu intervensi manusia di dalam proses pembuahannya. Terdapat lebih dari satu cara terkenal yang biasa dipakai untuk memijahkan ikan lele secara intensif, yaitu:

Penyuntikan hipofisa
Penyuntikan hormon buatan
Pembuahan in vitro (dalam tabung)
Untuk paham secara lebih cermat mengenai teknik-teknik di atas, silakan baca artikel cara pemijahan ikan lele.

Pemeliharaan larva
Dari proses pemijahan bakal dihasilkan larva ikan yang kudu dibesarkan di dalam langkah pembenihan ikan lele selanjutnya. Pisahkan larva dari induknya. Kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva kudu terjaga. Usahakan ada aerasi dengan aerotor untuk menyuplai oksigen. Suhu kolam kudu dipertahankan terhadap kisaran 28-29oC. Pada suhu di bawah 25oC, kebanyakan bakal terbentuk bintik putih terhadap larva yang mengakibatkan kematian massal.

Apabila berlangsung pergantian suhu, usahakan tidak berlangsung secara ekstrim. Perubahan suhu kolam sebaiknya tidak berfluktuasi lebih dari 1oC. Banyak larva yang tidak mentolerir suhu yang berubah-ubah.

Hal mutlak lainnya adalah menjaga kebersihan kolam. Bersihkan kolam dari kotoroan dan sisa pakan dengan spons. Kotoran dan sisa pakan mampu mengakibatkan gas amonia yang mampu mengakibatkan kematian larva.

Larva masih membawa persediaan makanan di dalam dirinya, jadi tidak kudu diberi pakan hingga 3-4 hari. Setelah persediaan makanannya habis, larva kudu langsung diberi pakan. Pakan mampu berwujud kuning telur yang udah direbus. Ambil anggota kuningnya, lumat hingga halus dan campurkan dengan 1 liter air bersih. Larutan selanjutnya cukup untuk 100.000 ekor larva.

Setelah larva berumur satu minggu, berikan pakan berpa cacing sutera (Tubifex sp.). Cacing ini punya nilai gizi tinggi dan disukai benih ikan yang baru tumbuh. Pakan berwujud cacing ini meringankan perawatan, karena mampu hidup di dalam air dan tidak mengotori kolam. Sehingga meminimalkan resiko keracunan akibat sisa pakan yang membusuk.

Cacing sutera diberikan hingga larva berumur 3 minggu atau berukuran 1-2 cm. Setelah itu, larva mampu dikatakan udah jadi benih ikan dan siap diberi pelet yang berwujud tepung.

Pendederan benih
Pendederan adalah suatu tahapan untuk membebaskan benih ikan ke tempat pembesaran sementara. Proses pendederan merupakan tidak benar satu tahapan mutlak di dalam pembenihan ikan lele. Tempat pendederan kebanyakan berwujud kolam kecil dengan pengaturan lingkungan yang ketat. Tahapan ini dibutuhkan karena benih ikan masih rentan terhadap serangan hama, penyakit dan pergantian lingkungan yang ekstrem. Benih ikan didederkan hingga siap untuk ditebar di kolam budidaya yang lebih luas.

a. Menyiapkan kolam pendederan
Kolam pendederan untuk pembenihan ikan lele mampu berwujud kolam tanah, kolam semen atau kolam dari terpal. Tidak ada patokan luasan yang dianjurkan untuk kolam pendederan. Namun lebih baik tidak terlalu luas, sehingga lebih mudah dikontrol, apabila ukuran 2×3 atau 3×4 m dengan kedalaman kolam 0,75-1 meter. Kolam selanjutnya termasuk kudu memungkinkan di pasangi peneduh seperti paranet, untuk menghindari kematian benih karena terik matahari di musim kemarau.

Dalam mempersiapkan kolam pendederan, perhatikan dengan seksama saluran masuk dan nampak pintu air. Gunakan jaring yang halus sehingga benih tidak mampu melintas saluran air dan tidak ada hama dari luar yang terbawa masuk ke kolam. Lakukan pengeringan kolam sebelum digunakan. Lebih baik apabila kolam dijemur untuk menghalau bibit penyakit yang bisa saja tersisa dari kegiatan sebelumnya. Khusus untuk style kolam tanah yang bakal digunakan untuk pembenihan ikan lele, laksanakan pengolahan tanah dan pemupukan dasar kolam.

Pengisian air kolam untuk pembenihan ikan lele, hendaknya dilakukan secara bertahap. Pada langkah awal isikan kolam dengan kedalaman 20-30 cm. Hal ini mengingat benih ikan masih terlalu kecil, apabila kolam terlalu di dalam benih selanjutnya bakal ada masalah untuk berenang ke atas dan mengambil alih oksigen dari udara. Setelah benih membesar tambahkan kedalaman kolam secara bertahap, menyesuaikan dengan ukuran benih ikan.

b. Pelepasan benih
Benih ikan lele udah mampu dipindahkan ke kolam pendederan sesudah berumur 3 minggu dihitung sejak menetas di tempat pemijahan. Atau, sekitar berukuran panjang 1-2 cm. Kepadatan tebar benih lele berkisar 300-600 ekor per m2.

Benih ikan yang masih kecil terlalu sensitif terhadap pergantian lingkungan yang ekstrim. Oleh karena itu, memindahkan benih ikan ke kolam pendederan kudu kehati-hatian. Caranya, Gunakan wadah atau ember plastik, kemudian isikan dengan dari kolam asal hingga penuh. Ambil benih ikan menggunakan jaring yang halus, lalu masukkan ke di dalam wadah tadi.

Setelah wadah terisi penuh, angkat dan pindahkan wadah selanjutnya ke kolam pendederan. Kemudian miringkan, sehingga air di dalam wadah menyatu dengan air kolam pendederan. Diamkan sejenak dan biarkan benih ikan berenang nampak dengan sendirinya dari di dalam wadah.

c. Pemberian pakan pembenihan ikan lele
Ketika benih masih berukuran 1-2 cm, menggunakan tepung pelet yang punyai kadar protein lebih dari 40 persen, karena terhadap usia selanjutnya benih lele perlu banyak protein untuk perkembangan. Jenis pakan yang diberikan mampu berwujud pelet style PSC atau pakan udang DO-A. Pemberian pakan style ini kudu teliti, karena pakan bakal tenggelam dan menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan bakal membentuk amonia yang beresiko bagi benih ikan. Selanjutnya benih ikan mampu dipindahkan ke kolam pendederan benih.

Apabila ikan udah mencapai ukuran 2-3 cm berikan pakan F999 atau PF1000, atau style pelet yang berwujud butiran kecil. Berikan pakan ini setidaknya hingga benih berukuran 4-6 cm. Pada prinsipnya, ukuran pakan kudu sesuai dengan bukaan mulut benih ikan.

Pakan diberikan dengan frekuensi 4-5 kali sehari. Waktu pertolongan pakan mampu dilakukan terhadap pagi, siang, sore dan malam hari. Karena ikan lele style binatang nokturnal atau aktif dimalam hari, hendaknya porsi pertolongan makan terhadap malam hari lebih besar. Lamanya proses pendederan berkisar 5-6 minggu atau hingga benih ikan lele berukuran 5-7 cm.

Panen pembenihan ikan lele
Pembenihan ikan lele memakan pas 8-9 minggu sejak benih menetas. Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm. Cara pemanenan dilakukan dengan mengeringkan air kolam pelan-pelan hinga ikan berkumpul terhadap titik yang di dalam atau saluran kemalir. Kemudian ambil ikan dengan jaring yang halus. Lakukan pengambilan ikan dengan hati-hati, karena benih selanjutnya masih rentan apabila mengalami luka terhadap permukaan tubuhnya. Tampung benih ikan di dalam wadah yang udah diisi dengan air dari kolam yang serupa sehingga ikan tidak mengalami stres.

Hal terakhir namun mutlak di dalam pembenihan ikan lele, adalah mempersiapkan konsumen bagi benih yang udah siap panen. Karena apabila pas panen terlambat karena benih belum ada pembelinya, peternak kudu menanggung biaya pemeliharaan ekstra. Pada ujungnya, makin lama panen tertunda bakal makin tidak tebal marjin yang bakal di terima peternak.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Media tanam merupakan tidak benar satu faktor penting yang sangat memilih dalam kegiatan bercocok tanam. Media tanam dapat memilih baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada kelanjutannya mempengaruhi hasil produksi. Jenis-jenis fasilitas tanam sangat banyak dan beragam. Apalagi bersama dengan berkembangnya beragam metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Setiap model tanaman perlu cii-ciri dan karakteristik fasilitas tanam yang berbeda. Misalnya, tanaman buah perlu cii-ciri fasilitas tanam yang berbeda bersama dengan tanaman sayuran. Tanaman buah perlu fasilitas tanam yang solid sehingga dapat menolong pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, selagi model tanaman sayuran daun lebih perlu fasilitas tanam yang gembur dan gampang ditembus akar.

Nah, kali ini kita dapat membahas fasilitas tanam yang biasa digunakan untuk budidaya sayuran organik dalam polybag ataupun pot. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak tersedia di alam dan dapat dilaksanakan sendiri. Cara yang dapat kita uraikan cocok digunakan untuk budidaya tanaman organik gara-gara tidak gunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya.

Syarat fasilitas tanam yang baik
Media tanam miliki kegunaan untuk menolong tanaman, beri tambahan nutrisi dan menyediakan area bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat fasilitas tanam tumbuh-tumbuhan mendapatkan beberapa besar nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, fasilitas tanam dibikin sebagai pengganti tanah. Oleh gara-gara itu, mesti dapat menggantikan kegunaan tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik mesti miliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang cocok bersama dengan keperluan tanaman. Secara umum, fasilitas tanam yang baik mesti miliki syarat-syarat sebagai berikut:

Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus termasuk dapat menolong tanaman. Artinya, fasilitas tanam mesti gembur sehingga akar tanaman dapat tumbuh baik dan sempurna, dapat namun tetap memadai solid memegang akar dan menolong batang sehingga tidak roboh. Apabila fasilitas sangat gembur, pertumbuhan akar dapat leluasa namun tanaman dapat sangat gampang tercerabut. Sebaliknya seumpama sangat padat, akar dapat ada problem untuk tumbuh.
Memiliki porositas yang baik, artinya dapat menyimpan air sekaligus termasuk mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik. Media tanam mesti dapat menjaga kelembaban tanah namun mesti dapat membuang berlebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong antar materialnya. Media selanjutnya selanjutnya isa ditembus air, sehingga air tidak tergenang dalam pot atau polybag. Namun disisi lain ronga-rongga selanjutnya mesti dapat menyerap air (higroskopis) untuk disimpan sebagai cadangan dan menjaga kelembaban.
Menyediakan unsur hara yang memadai baik makro maupun mikro. Unsur hara sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini dapat dihidangkan dari pupuk atau kegiatan mikroorganisme yang terkandung dalam fasilitas tanam.
Tidak mengandung bibit penyakit, fasilitas tanam mesti bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam fasilitas tanam dapat menyerang tanaman dan membuat kematian pada tanaman. Media tanam tidak mesti steril gara-gara banyak mikrooganisme tanah yang sebenarnya sangat berguna bagi tanaman, namun mesti higienis dari bibit penyakit.

Bahan-bahan fasilitas tanam organik
Ada banyak ragam material yang dapat dimanfaatkan untuk membuat fasilitas tanam mulai dari yang alami sampai yang sintetis. Namun dalam kesempatan kali ini kita hanya dapat menghambat pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)
Tanah yang baik untuk fasilitas tanam sebaiknya diambil dari lapisan anggota (top soil). Secara lazim terkandung dua model tanah yaitu yang mesti diperhatikan yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir miliki kapabilitas drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun kelemahannya tanah selanjutnya tidak baik dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih susah ditembus oleh air sehingga dapat membuat air tergenang dalam fasilitas tanam. Tanah yang baik untuk fasilitas tanaman tidak sangat berpasir dan tidak sangat lempung, melainkan mesti gembur.

b. Kompos atau humus
Kompos merupakan bahan organik yang berguna sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk fasilitas tanam adalah kompos padat, silahkan baca model dan karakteristik pupuk kompos. Hampir seluruh model kompos padat dapat digunakan sebagai bahan baku fasilitas tanam.

Penambahan bahan-bahan organik seperti kompos atau humus pada fasilitas tanam dapat melakukan perbaikan struktur fisik tanah dan menaikkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan sebaiknya berwujud kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya susah diserap tanaman gara-gara belum terurai secara penuh.

Selain kompos, dapat termasuk gunakan humus yang didapatkan dari hutan. Tanah humus miliki kadar unsur hara yang tinggi. Bila wilayah anda dekat bersama dengan hutan, tanah humus dapat dicari bersama dengan mudah. Tempat-tempat paling baik adalah disekitar tanaman pakis-pakisan.

Unsur bahan organik lain termasuk dapat digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja mesti digarisbawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya telah berwujud granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko mempunyai hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang sekam atau sabut kelapa
Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak prima dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk menaikkan kapasitas porositas tanah. Penambahan arang sekam pada fasilitas tanam dapat melakukan perbaikan struktur fasilitas tanam gara-gara mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan memelihara kelembaban.

Manfaat arang sekam adalah dapat menetralisir keasaman tanah, menetralisir racun, menaikkan daya ikat tanah pada air, merangsang pertumbuhan mikroba yang untung bagi tanaman, menjadikan tanah gembur sehingga melakukan perbaikan drainase dan aerasi tanah. Arang sekam lebih baik dibanding sekam padi, gara-gara arang sekam telah mengalami pembakaran yang dapat menghalau bibit penyakit atau hama yang bisa saja saja terikut.

Selain arang sekam, dapat termasuk digunakan sisa-sisa sabut kelapa (coco peat). Sabut kelapa mempunyai cii-ciri seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di area yang kering bersama dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari anggota kulit kelapa yang telah tua.

Cara membuat fasilitas tanam organik
Berikut ini cara-cara membuat fasilitas tanam polybag atau pot bersama dengan gunakan bahan baku yang telah diterangkan di atas. Untuk membuat fasilitas tanam yang baik dibutuhkan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang dapat digunakan dalam tutorial selanjutnya adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut langkah-langkahnya:

Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari anggota paling atas. Kemudian ayak tanah selanjutnya sampai jadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam situasi kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal dapat membuat bahan-bahan tidak tercampur bersama dengan merata.
Siapkan kompos yang telah matang, dapat dari model kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus selanjutnya sehingga jadi butiran halus.
Siapkan arang sekam, silahkan baca cara membuat arang sekam.
Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 2 anggota tanah, 1 anggota kompos dan 1 anggota arang sekam (2:1:1). Aduk sampai merata.
Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran selanjutnya kedalamnya. Media tanam telah siap digunakan.
Sekadar catatan, ketiga bahan baku selanjutnya dapat termasuk dicampur bersama dengan komposisi 1:1:1 atau 2:1:1. Mana yang paling baik bagi Anda, sudah pasti bergantung dari model tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian memperlihatkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try plus error.

Media tanam sangat berguna seumpama kita menghendaki menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok diterapkan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

Kewirausahaan Sejak Dini

Kewirausahaan Sejak Dini

Kewirausahaan Sejak Dini
Kewirausahaan Sejak Dini
Kajian menarik tentang kewirausahaan disampaikan tiga orang yang berkompeten, yaitu CEO PT Graha Layar Prima (pendiri Blitzmegaplex) Ananda Siregar, pakar kepribadian sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa Mien Rachman Uno, dan Presiden Direktur Kiroyan Kuhon Partners/PT Komunikasi Kinerja, Noke Kiroyan.
Gambaran singkatnya, menanamkan jiwa kewirausahaan adalah dengan melakukan perubahan mental dan sikap yang dapat dilakukan sejak dini, tanpa mempertentangkan apakah kemampuan berwirausaha itu berkat bakat (terlahir) atau hasil pendidikan (terdidik). Selain itu, pendidikan dapat menjadi faktor pendorong kesuksesan berwirausaha atau sebaliknya.


Kewirausahaan Dibina sejak Dini Dibutuhkan Perubahan Mental Jakarta, Kompas – Jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship dapat dibina atau ditanamkan sejak kecil. Kewirausahaan lebih kepada menggerakkan perubahan mental. Tidak perlu dipertentangkan apakah kemampuan wirausaha itu berkat bakat (terlahir) atau hasil pendidikan (terdidik). Demikian antara lain terungkap dalam Parenting Seminar yang diselenggarakan Universitas Paramadina, Sabtu (1/3). Hadir sebagai pembicara, CEO PT Graha Layar Prima (pendiri Blitzmegaplex) Ananda Siregar, pakar kepribadian sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa Mien Rachman Uno, dan Presiden Direktur Kiroyan Kuhon Partners/PT Komunikasi Kinerja, Noke Kiroyan.

Mien Uno mengatakan, untuk menjadi wirausahawan andal, dibutuhkan karakter seperti pengenalan terhadap diri sendiri (self awareness), kreatif, mampu berpikir kritis, mampu memecahkan permasalahan (problem solving), dapat berkomunikasi, mampu membawa diri di berbagai lingkungan, menghargai waktu (time orientation), empati, mau berbagi dengan orang lain, mampu mengatasi stres, dapat mengendalikan emosi, dan mampu membuat keputusan. Karakter-karakter tersebut dapat dibentuk melalui pendidikan sejak dini. ”Untuk mendidik anak menjadi seorang wirausahawan tidak dalam hitungan satu, dua, dan tiga, melainkan sebuah proses panjang. Dalam proses tersebut, orangtua perlu mengambil peranan,” ujarnya. Orangtua perlu menyupervisi anak dengan memberikan contoh yang baik dan menjaga agar ucapan sama dengan tindakan. Selain itu, orangtua ikut memotivasi anak, mengevaluasi mereka, dan memberikan apresiasi atas kerja keras anak. Selama proses tersebut, orangtua dapat mengamati kecenderungan sang anak.

Perubahan mentalHal senada diungkapkan Noke Kiroyan. Bagi Noke, kewirausahaan lebih soal menggerakkan perubahan mental. Dia sendiri berpendapat tidak perlu dipertentangkan kewirausahaan itu sesuatu yang dapat dipelajari atau didapatkan sebagai bakat secara genetis. Pada dasarnya, apa yang disebut ”bakat” sebetulnya dapat saja merupakan pengaruh lingkungan dan hasil pendidikan. Pendidikan, bagi sebagian orang, bisa menjadi faktor pendorong kesuksesan berwirausaha atau sebaliknya.
”Seseorang tidak perlu predikat sarjana untuk menjadi pengusaha, tetapi dengan latar belakang pendidikan akademik, saya menduga banyak peluang akan terbuka karena lebih luas wawasannya dalam melihat peluang,” ujarnya. Sebaliknya, kata Noke, dengan pendidikan tinggi, seseorang dapat saja malah enggan mengambil risiko. Dalam pendidikan bisnis, misalnya, individu justru belajar menghindari risiko. Padahal, kewirausahaan itu sangat identik dengan mengambil risiko, menciptakan hal-hal baru, baik berupa produk, proses, atau cara pandang baru, serta melihat peluang yang belum dilihat orang lain.

Negara berkembang justru potensial sebagai tempat mengembangkan kreativitas dan usaha-usaha baru. Terlebih lagi, Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya, baik alam, budaya, maupun manusia. Pengusaha muda Ananda Siregar meyakini, kewirausahaan diawali dengan sikap (attitude). Individu harus memiliki keyakinan bahwa tak ada yang mustahil.
”Yang dibutuhkan ialah sikap can do. Menjadi wirausahawan lebih merupakan cara pandang, pikir, dan sikap bahwa semua hal dapat dipelajari. Kewirausahaan tidak sekadar keterampilan teknis,” ujarnya. Semasa Ananda kecil, sang ayah suka bercerita tentang kesuksesan dan keberanian para pengusaha membangun bisnisnya.

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Mempunyai tiga anak yang bahagia menulis dan udah menerbitkan buku pasti jadi pengalaman tersendiri. Bagaimana ikhtiarnya sebabkan sebuah tulisan sampai sukses dimuat fasilitas massa mengerti memyimpan kisah yang menarik. Pengalaman itu dirangkum dengan model bhs simple oleh kedua orangtuanya dan dijadikan jadi sebuah buku.

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Jamilatun Heni Marfu’ah, guru TK IT Nurul Fikri Sidoarjo dan suaminya, Joko Susanto, gigih untuk mengenalkan dunia baca tulis kepada putra-putrinya. Baginya, mengenalkan aktifitas membaca dan menulis adalah salahsatu tugas mulia bagi tiap tiap orangtua. Pengalamannya bertahun-tahun kompak berlatih menulis dengan anak ditulisnya didalam sebuah buku. Belum lama ini, buku berjudul Kisah Inspiratif Keluarga Penulis itu udah terbit.

Buku bersampul merah itu lebih dari satu besar berisi pengalaman langsung atau kisah nyata kedua penulis dan keluarganya didalam mengupayakan jadi penulis. “Isinya tidak cuma kabar gembira kita didalam menulis tapi juga pengalaman kegagalan. Pernah satu hari, kita dan anak kompak mendapat surat penolakan dari penerbit,” mengerti Joko.

“Namun, kita menegaskan pada anak kita bahwa kecuali penolakan ini sebabkan kita putus asa dan menyerah, maka nggak usah mimpi jadi penulis lagi,” tambahnya mengenang. “Alhamdulillah, anak-anak konsisten dan konsisten berlatih menulis walaupun dengan gayanya masing-masing,” mengerti Jamilatun H.Marfu’ah yang juga Kepala TK IT Nurul Fikri Sukodono Sidoarjo.

Menurut pemahaman keluarga ini, barang siapa dapat jadi penulis. “Menurut para penulis senior, sesungguhnya menulis merupakan sebuah keterampilan. Kapan saja, di mana saja, dan siapa saja dapat melakukannya walaupun tidak punyai latar belakang khusus pengetahuan kepenulisan,” terang Joko. “Maka kita inginkan mencobanya.”

Alasan menulis bagi Joko dan Heni adalah untuk memotivasi anak-anaknya agar dapat menuangkan gagasan didalam wujud tulisan. Setelah anak-anaknya pulang dari suatu kesibukan menarik umpama outbond di luar kota, kebanyakan orangtua mendengarkan cerita pengalaman dengan seksama. “Kadangkala kita berpesan, kapan-kapan ditulis ya, soalnya bagus sekali ceritanya, sayang kecuali hilang begitu saja,” ujar Heni berbagi kiatnya.

Embrio buku ini berawal dari permintaan lebih dari satu kawan untuk membagi cerita atau pengalaman kepenulisan keluarga kami. Meskipun tidak banyak. Utamanya kisah nyata berkenaan anaknya didalam belajar menulis. Ada juga berkenaan ikhtiar mereka yang mengirim tulisan sampai dimuat di fasilitas massa. Banyaknya pertanyaan yang sering terulang pada lebih dari satu kesempatan memotivasinya untuk menjawabnya melalui sebuah buku. Agar dapat lebih luas.

Untuk Mengasah Keterampilan

Terbitnya buku berjudul Kisah Inspiratif Keluarga Penulis itu dikehendaki ikut menebarkan virus menulis. Salahsatu wujud kepedulian adalah penyadaran melalui tulisan. Pada tahap inilah tanggung jawab seorang penulis dipertanyakan. Keseharian kehidupan manusia diselingi dengan beraneka persoalan. Apapun bentuknya. Detik demi detik, beraneka kasus nyaris senantiasa berganti. Mulai dari urusan pribadi, keluarga sampai negara. Bahkan tidak jarang beraneka kasus seakan jadi berlarut-larut.

Buku ini diawali kisah berjudul Sabtu Pagi di Kantor Pos. Dituliskan bahwa belasan orang tampak antri di kantor pos kecamatan. Mereka berkunjung kepagian walaupun loket pos baru diakses pukul setengah delapan. Menilik kartu atau lembaran kertas yang mereka pegang menandakan lebih dari satu besar bakal membayar beraneka angsuran. Mulai biaya listrik, air minum, pajak, kredit sepeda motor, barang elektronik atau beraneka cicilan yang wajib dibayar bulanan. Hari itu anaknya yang masih kelas II SD berkenan menyita wesel atas honor menulisnya.

https://www.ruangguru.co.id/ “Buku ini kita tulis dengan bhs dan ulasan yang sederhana, ringan. agar ringan dipahami. Buku ini dimaksudkan untuk membantu para orangtua dan guru agar bersama-sama meyakini bahwa menulis itu dapat konsisten dipelajari,” pungkas Joko.

“Kami belumlah apa-apa, tapi semoga yang simple ini khususnya memotivasi kita untuk lebih berkarya lagi,” ingin Heni yang merupakan alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

Jadi guru hebat, siapa takut?

Jadi guru hebat, siapa takut

Jadi guru hebat, siapa takut?

Di era globalisasi ini, guru jadi tumpuan untuk menyiapkan anak bangsa supaya sanggup beradu di dunia luar. Guru sebagai garda terdepan di dalam menyiapkan anak bangsa mesti mulai membuat perubahan paradigmanya. Lebih berfikir kritis, terbuka, dan tetap berkembang untuk jadi guru yang “hebat”.

Jadi guru hebat, siapa takut

Di era kini, guru yang “apa adanya” tidak ulang sanggup membanggakan diri, gara-gara guru “hebat”-lah yang sanggup diandalkan untuk memenuhi tuntutan zaman yang mengharuskan peningkatan di dalam mutu pendidikan.

Menurut Dr. Amirulloh Syarbini, M.Ag. di dalam bukunya, guru “hebat” adalah guru yang profesional di bidangnya. Untuk jadi guru hebat, seorang guru mesti membekali dirinya bersama dengan beragam kecakapan khusus yang biasa dikenal bersama dengan istilah kompetensi. Dengan miliki beragam kompetensi itulah nantinya diharapkan guru sanggup bertindak secara profesional di dalam lakukan pekerjaannya.

Bagaimana langkah supaya sanggup jadi guru “hebat”? Buku karya dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini, menjawab pertanyaan para guru bersama dengan menyajikan trik-trik rahasia yang sanggup dijadikan anjuran di dalam rangka membekali diri untuk jadi guru “hebat”.

Buku ini dibagi jadi tujuh bab. Pada bab pertama, penulis menguraikan perihal kompetensi yang mesti dikuasai guru. Selain menguasai 4 kompetensi yang sudah dikenal, yakni kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial, tak kalah pentingnya guru pun diharuskan menguasai keahlian bicara dan menulis.

Keahlian bicara yang dimaksud adalah keahlian sebagai pembicara publik (public speaker), tetapi keahlian menulis yang diuraikan di dalam buku ini adalah perihal menulis buku dan artikel di fasilitas massa. Kebanyakan guru mengupayakan menghindari ke dua keahlian tersebut, gara-gara dianggap sukar untuk dilakukan.

Oleh gara-gara itulah terhadap Bab 2, penulis menuturkan rahasia untuk jadi ahli public speaking yang diuraikan secara mendetail berasal dari pengertian, unsur-unsur, hingga dahsyatnya kemampuan public speaking serta urgensi public speaking untuk guru. Dilanjut terhadap Bab 3 yang mengupas perihal inti berasal dari public speaking, yakni teknik-teknik dahsyat supaya jago di dalam public speaking. Dilengkapi terhadap Bab 4 bersama dengan kiat-kiat rahasia untuk menangani kegelisahan bicara di depan umum.

Bab paling akhir yang mengupas public speaking adalah Bab 5 yang memberikan gambaran perihal 15 butir terlarang bagi pembicara publik. Hal-hal yang disampaikan di sini beberapa merupakan penegasan berasal dari yang sudah dikemukakan terhadap bab-bab sebelumnya.

Bab 6 dan 7 mengungkap rahasia guru hebat berikutnya, yakni perihal menulis buku dan artikel di fasilitas massa. Walaupun tak serinci pembahasan perihal public speaking, namun penjelasan perihal menulis buku dan artikel ini, serasa cukup bagi pembaca untuk menaikkan wawasan perihal budaya menulis yang sebenarnya masih benar-benar tidak cukup di Indonesia.

Disajikan pula kiat-kiat berhasil menulis buku best seller (halaman 157 – 166). Menulis buku best seller merupakan dambaan dan kebanggaan bagi setiap penulis. Yang paling akhir penulis mengupas perihal penulisan artikel yang merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah sebagai bentuk pengembangan profesi guru.

Kedua pembahasan perihal keterampilan menulis tersebut membuka mata hati guru, perihal betapa besarnya kegunaan menulis. Guru adalah ilmuwan, dan itu mesti dibuktikan bersama dengan membuahkan karya tulis. Guru yang menulis bakal berbeda bersama dengan guru yang tidak menulis.

Buku ini ditulis bersama dengan type bahasa yang komunikatif supaya ringan dipahami oleh pembaca. Sangat menginspirasi dan penuh motivasi. Trik-trik yang disajikan dikaitkan bersama dengan contoh-contoh yang kerap berjalan di dalam kehidupan sehari-hari, berdasarkan pengalaman penulis yang termasuk dikenal sebagai writer, trainer, dan speaker (WTS). Disertai cuplikan-cuplikan mengagumkan berasal dari pengalaman para tokoh yang sudah berhasil di bidangnya.

Setelah membaca buku ini, sanggup dipastikan pandangan pembaca (khususnya guru) bakal mengalami perubahan. Kedua keahlian ini bukanlah suatu hal yang mesti dihindari atau dianggap sulit, melainkan suatu hal yang patut dipelajari secara serius, dan mesti dilatih secara step demi step bersama dengan kesungguhan hati.

Walaupun lebih bertujuan sebagai anjuran untuk guru, buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang berniat untuk mendalami public speaking atau idamkan studi menulis buku dan artikel. Selamat membaca.

Konsep Profesi Guru

Konsep Profesi Guru

 

Menurut Dedi Supriyadi (1999) menyatakan bahwa guru sebagai suatu profesi di Indonedia baru dalam taraf sedang tumbuh (emerging profession) yang tingkat kematangannya belum sampai pada yang telah dicapai oleh profesi-profesi lainnya, sehingga guru dikatakan sebagai profesi yang setengah-setengah atau semi profesional.

Konsep Profesi Guru
Konsep Profesi Guru

Pekerjaan profesional berbeda dengan pekerja non profesional karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khususnya dipersiapkan untuk itu.

Pengembangan profesional guru harus diakui sebagai suatu hal yang sangat fundamental dan penting guna meningkatkan mutu pendidikan. Perkembangan profesional adalah proses dimana guru dan kepala sekolah belajar, meningkatkan dan menggunakan pengetahuan, keterampilan dan nilai secara tepat.

Profesi guru memiliki tugas melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Tuntutan profesi ini memberikan layanan yang optimal dalam bidang pendidikan kepada msyarakat. Secara khusus guru di tuntut untuk memberikan layanan professional kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran tercapai. Sehingga guru yang dikatakan profesional adalah orang yang memeiliki kemamapuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.

Ornstein dsn Levine, 1984 (dalam Soetjipto dan Raflis Kosasi, 1999) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini sebagai berikut :

  1. Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat ( tidak berganti-ganti pekerjaan )
  2. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai ( tidak setiap orang dapat melakukan )
  3. Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek ( teori baru di kembangkan dari hasil penelitian )
  4. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
  5. Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan masuk ( untuk menduduki jabatan tersebut memerlukan izin tertentu atau ada persyaratan khusus yang ditentukan untuk dapat mendudukinya ).
  6. Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu (tidak diatur oleh orang lain)
  7. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diabil dan unjuk kerja yang ditampilkan yang berhubung dengan layanan yang diberikan ( langsung bertanggung jawab terhadap apa yang diputuskan, tidak dipindahkan ke atasan atau instansi yang lain lebih tinggi ). Mempunyai sekumpulan unjuk kerja yang baku.
  8. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien dengan penekanan terhadap layanan yang akan diberikan.
  9. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya relatif bebas dari supervisi dalam jabatan ( misalnya dokter memakai tenaga adminstrasi untuk mendata klien, sementara tidak ada supervisi dari luar terhadap pekerjaan dokter sendiri )
  10. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri.
  11. Mempunyai asosiasi profesi atau kelompok ‘elit’ untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya ( keberhasilan tugas dokter dievaluasi dan dihargai oleh organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bukan oleh Departemen Kesehatan).
  12. Mempunyai kode etik untuk mejelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berubungan dengan layanan yang diberikan.
  13. Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggin dari publik dan kepercayaan diri sendiri anggotanya ( anggota masyarakat selalu meyakini dokter lebih tahu tentang penyakit pasien yang dilayaninya).
  14. Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi ( bila dibandingkan dengan jabatan lain ).

Tidak jauh berbeda dengan ciri-ciri di atas, Sanusi et al (1991), mengutarakan ciri-ciri umum suatu profesi itu sebagai berikut:

  1. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosisal yang menentukan (crusial).
  2. Jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu.
  3. Keterampilan / keahlian yang dituntut jabatan itu dapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.
  4. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistimatik, eksplisit, yang bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum.
  5. Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.
  6. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri.
  7. Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.
  8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dan memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang di hadapinya.
  9. Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tanggan orang lain,
  10. Jabatan ini menpunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat,dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula. (Soetjipto dan Raflis Kosasi, 1999).

Khusus untuk jabatan guru,sebenarnya juga sudah ada yang mencoba menyusun kriterianya. Misalnya Nasional Education Asociation ( NEA ) ( 1948 ) menyarankan kriteria berikut.

  1. Jabatan yang melibatkan kegiatan itelektual.
  2. Jabatan yang menggeluti suetu batang tubuh ilmu yang khusus.
  3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama ( bandingakan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka ).
  4. Jabatan yang memerlukan “latihan dalam jabatan “ yang bersinambungan.
  5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
  6. Jabatan yang menentukan baku ( standarnya ) sedndiri.
  7. Jabatan yang mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi.
  8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik agar dapat meningkatkan mutu pendidikan maka guru harus memiliki kompetensi yang harus dikuasai sebagai suatu jabatan profesional. Kompetensi guru tersebut meliputi :

  1. Menguasai bahan ajar.
  2. Menguasai landasan-landasan kependidikan.
  3. Mampu mengelola program belajar mengajar.
  4. Mampu mengelola kelas.
  5. Mampu menggunakan media/sumber belajar.
  6. Mampu menilaik prestasi peserta didik untuk kepentingan pengajaran.
  7. Mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan.
  8. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah.
  9. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengejaran.

Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

Geekbench Ungkap SoC yang Dipakai Razer Phone 2

Geekbench Ungkap SoC yang Dipakai Razer Phone 2

Geekbench Ungkap SoC yang Dipakai Razer Phone 2

Gelaran China Joy 2018 yang berjalan terhadap bulan Agustus selanjutnya banyak dihadiri CEO teknologi. Tak hanya sekadar hadir, mereka pun turut bicara di dalam sejumlah seminar yang digelar. Salah satu yang turut datang di dalam acara ini adalah CEO berasal dari Razer.

Geekbench Ungkap SoC yang Dipakai Razer Phone 2

Ya! Di acara tersebut CEO Razer secara formal dulu mengatakan bahwa Razer Phone generasi ke dua dikehendaki sanggup tiba terhadap bulan Desember th. ini. Sehubungan bersama itu, baru-baru ini perangkat yang diduga Razer Phone 2 pun udah terlihat di Geekbench.

Muncul di situs benchmarking tersebut, pasti saja kita sanggup menyadari sebagian spesifikasi hardware yang dapat dibenamkan ke dalam Razer Phone 2. Tercatat, smartphone ini dapat disokong RAM sebesar 8 GB yang dipadukan bersama chipset Snapdragon 845.

Sedikit tidak serupa bersama sejumlah rumor yang terlihat di internet, disebutkan bahwa Razer dapat mengemas Razer Phone 2 bersama chipset terakhir Qualcomm yang masih digarap, yaitu Snapdragon 855. Mana yang benar? Tentu saja pertanyaan ini dapat terjawab kecuali smartphone tersebut udah meluncur.

Lantas, bagaimana hasil banchmarking berasal dari Geekbench berkenaan Razer Phone 2 ini? Baik hasil pengujian single-core maupun multi-core, skor yang dihasilkan sedikit lebih rendah yang dicapai oleh pesaing lainnya. Namun layaknya yang kita ketahui, smartphone ini masih step pengembangan.

Jadi tak tertutup kemungkinan kecuali nanti smartphone ini udah formal diperkenalkan, hasil pengujiannya sanggup lebih tinggi berasal dari yang tersedia sekarang. Tak tidak serupa bersama Razer Phone generasi pertama, untuk generasi keduanya ini juga berjalan bersama proses operasi Android Oreo.

Namun lihat Google yang tengah mempersiapkan Kedatangan Android 9 Pie, besar kemungkinan smartphone ini nantinya juga dapat datang bersama proses operasi Android terakhir buatan Google tersebut. Dukungan lainnya yang dikehendaki turut disematkan adalah berkunjung bersama virtual 7.1 surround sound.

sumber : https://www.hargaponsel.net/

Setara Face ID, ini Solusi Murah Face Unlock Racikan MediaTek

Setara Face ID, ini Solusi Murah Face Unlock Racikan MediaTek

Setara Face ID, ini Solusi Murah Face Unlock Racikan MediaTek

Hingga waktu ini Face ID milik Apple yang ada di didalam iPhone X adalah solusi paling aman yang kami ketahui. Apa sebabnya? Fitur biometrik ini dikembangkan oleh perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat selanjutnya gara-gara telah mengadopsi teknologi 3D Structured-Light.

Setara Face ID, ini Solusi Murah Face Unlock Racikan MediaTek

Dan waktu ini hanya sebagian pabrikan smartphone Android yang memiliki cost mengolah besar yang sudi mengadopsi teknologi tersebut. Contohnya adalah OPPO yang berhasil mengembangkan Find X dan Xiaomi yang berhasil menyebabkan Mi 8 Explorer Edition.

Ya! Kedua smartphone selanjutnya sesungguhnya telah mengadopsi teknologi sensor 3D Structured-Light untuk uruasan face unlock. Nah! Melihat kemajuan fitur keamanan bersifat pemindai wajah, MediaTek pun kepincut untuk menyebabkan hal yang sama.

Harus diakui, fitur Face ID sesungguhnya tidak murah. Oleh gara-gara itu, sejumlah pabrikan smartphone yang berhasil menyebabkan perangkat dengan cost terbatas selamanya mengadopsi fitur face unlock mengfungsikan perlindungan kamera depan yang disematkan.

Ya! Bisa dibilang smartphone yang menghadirkan fitur face unlock terintegrasi dengan kamera depan tidak memiliki banyak sensor yang diperlukan untuk identifikasi wajah. Oleh gara-gara itu, cost produksinya pun bisa lebih ditekan.

Namun MediaTek lebih pede dengan solusi keamanan yang ditawarkan. Diklaim lebih praktis dan harganya juga tidak mahal. Bahkan mereka juga sesumbar bahwa solusi ini memiliki faedah yang serupa baiknya dengan Face ID milik Apple. MediaTek menyebutnya Active Stereo Depth Engine.

Disebutkan oleh MediaTek, solusi keamanan ini sendiri sesungguhnya telah terintegrasi ke chipset Helio P60 dan Helio P22. Namun waktu ini penggunaannya baru terbatas untuk mode bokeh dan beauty. Jika dikombinasikan dengan hardware yang dibutuhkan, fungsinya bisa lebih berasal dari sekadar yang ada sekarang.

MediaTek juga menyebutkan bahwa solusi yang ditawarkannya ini bisa bekerja optimal jikalau terintegrasi dengan proyektor inframerah. Selain itu, solusi ini juga perlu dapat dukungan dua set lensa inframerah, dan tentu saja algoritma pengenalan muka berbasis software dengan kebolehan machine learning.

Untuk pengembangan solusinya ini, MediaTek juga tak sendirian. Dikatakan, untuk proyektor dan lensa inframerah dapat dikembangkan oleh Himax. Sedangkan di segi software, MediaTek dapat menggandeng Vision Technology Face++.

Kedengarannya solusi ini sesungguhnya telah siap untuk digunakan, tapi kami tentu saja selamanya perlu tunggu “Face ID” racikan MediaTek ini sampai sangat diimplementasikan. Kita pun tentu saja juga dambakan menyadari bagaimana jikalau solusi ini dibandingkan dengan penginderaan 3D TOF milik Vivo.

Trik Jitu Mendidik Anak Agar Kreatif dan Cerdas

Bunda, kira-kira diantara Anda semuanya siapa sih yang tidak menginginkan mempunyai seoranga kan yang kreatif dan cerdas? Bisa dipastikan ya bund, jika tak ada satu pun orangtua yang tak menginginkan hal tersebut.

Trik Jitu Mendidik Anak Agar Kreatif dan Cerdas
Trik Jitu Mendidik Anak Agar Kreatif dan Cerdas

Ya, benar sekali pastinya semua orangtua, terutama bunda sangat inginkan supaya buah hatinya kelak tumbuh dengan kreatif dan juga cerdas. Akan tetapi kebanyakan orangtua tak cukup pandai tentang bagaimana cara atau pun trik mendidik anak supaya jadi lebih kreatif dan juga cerdas. Oleh sebab itulah, pada kesempatan yang baik kali ini kami akan membagikan kepada Anda semuanya tentang trik paling jitu mendidik anak agar kreatif dan cerdas. Simak informasi selengkapnya di bawah ini ya bund.

Trik jitu mendidik anak agar kreatif dan cerdas

Jangan pernah batasi ruang gerak sih kecil

Ingat ya bund, Anda tak boleh membatasi ruang gerak sih kecil, sebab ini merupakan salah satu cara yang harus dilakukan oleh orangtua. Membatasi ruang gerak anak nantinya akan membuat anak tumbuh jadi seeorang yang penakut. Jadi, Ada hanya cukup mengawasi anak Anda saja.

Berikan nasehati anak Anda dengan kasih sayang

Jangan pernah menasehati anak Anda dengan kekerasan, akan tetapi cobalah dengan sangat lembut dan juga kasih sayang. Menasehati anak Anda dengan kekerasan ini hanya akan menjadikan anak Anda jadi sosok melawan dan juga pendiam sehingga kreatifitasnya yang akan berkurang.

Sesekali ajak anak Anda berlibur

Anak merupakan orang yang mudah sekali bosan untuk belajar. Jadi, imbangkanlah pelajaran yang dia dapati dengan berlibur agar otak sih kecil kembali fresh. Ada banyak tempat yang bisa Anda kunjungi bersama dengan anak, contohnya saja dengan mengikuti kegiatan atau pun aktifitas outbond, kerajinan tangan, dan juga tempat-tempat yang lainnya mampu meningkatkan daya kreatif sih anak.

Memberikan arahan secara logis

Arahkan atau pun ajari anak Anda dengan beberapa hal yang positif serta logis, sehingga mereka akan lebih mudah dalam memahami dan juga mengerti. Apalagi anak yang masih dalam tahapan pertumbuhan, maka Anda juga harus disiapkan dengan banyak macam jawaban dari pertanyaan sih anak.

Sabar

Anda juga harus sabar dan juga tekun dalam mengajari anak, supaya mereka tumbuh jadi pribadi kreatif dan juga cerdas. Anda juga tak boleh mudah bosan di dalam mengajari anak, menasehati, meluruskan, dan juga mengingatkan setiap kesalahan yang dilakukan oleh anak.

Mengajari permainan kreatif

Bila Anda ingin anak yang kreatif dan juga cerdas, maka coba untuk mengajari permainan kreatif pada anak. Permainannya adalah jenis permainan yang bisa asah otak anak.

Demikianlah trik jitu mendidik anak agar kreatif dan cerdas yang bisa kami informasikan. Semoga saja bisa bermanfaat. referensi  https://www.sekolahbahasainggris.com/