Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Mempunyai tiga anak yang bahagia menulis dan udah menerbitkan buku pasti jadi pengalaman tersendiri. Bagaimana ikhtiarnya sebabkan sebuah tulisan sampai sukses dimuat fasilitas massa mengerti memyimpan kisah yang menarik. Pengalaman itu dirangkum dengan model bhs simple oleh kedua orangtuanya dan dijadikan jadi sebuah buku.

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Jamilatun Heni Marfu’ah, guru TK IT Nurul Fikri Sidoarjo dan suaminya, Joko Susanto, gigih untuk mengenalkan dunia baca tulis kepada putra-putrinya. Baginya, mengenalkan aktifitas membaca dan menulis adalah salahsatu tugas mulia bagi tiap tiap orangtua. Pengalamannya bertahun-tahun kompak berlatih menulis dengan anak ditulisnya didalam sebuah buku. Belum lama ini, buku berjudul Kisah Inspiratif Keluarga Penulis itu udah terbit.

Buku bersampul merah itu lebih dari satu besar berisi pengalaman langsung atau kisah nyata kedua penulis dan keluarganya didalam mengupayakan jadi penulis. “Isinya tidak cuma kabar gembira kita didalam menulis tapi juga pengalaman kegagalan. Pernah satu hari, kita dan anak kompak mendapat surat penolakan dari penerbit,” mengerti Joko.

“Namun, kita menegaskan pada anak kita bahwa kecuali penolakan ini sebabkan kita putus asa dan menyerah, maka nggak usah mimpi jadi penulis lagi,” tambahnya mengenang. “Alhamdulillah, anak-anak konsisten dan konsisten berlatih menulis walaupun dengan gayanya masing-masing,” mengerti Jamilatun H.Marfu’ah yang juga Kepala TK IT Nurul Fikri Sukodono Sidoarjo.

Menurut pemahaman keluarga ini, barang siapa dapat jadi penulis. “Menurut para penulis senior, sesungguhnya menulis merupakan sebuah keterampilan. Kapan saja, di mana saja, dan siapa saja dapat melakukannya walaupun tidak punyai latar belakang khusus pengetahuan kepenulisan,” terang Joko. “Maka kita inginkan mencobanya.”

Alasan menulis bagi Joko dan Heni adalah untuk memotivasi anak-anaknya agar dapat menuangkan gagasan didalam wujud tulisan. Setelah anak-anaknya pulang dari suatu kesibukan menarik umpama outbond di luar kota, kebanyakan orangtua mendengarkan cerita pengalaman dengan seksama. “Kadangkala kita berpesan, kapan-kapan ditulis ya, soalnya bagus sekali ceritanya, sayang kecuali hilang begitu saja,” ujar Heni berbagi kiatnya.

Embrio buku ini berawal dari permintaan lebih dari satu kawan untuk membagi cerita atau pengalaman kepenulisan keluarga kami. Meskipun tidak banyak. Utamanya kisah nyata berkenaan anaknya didalam belajar menulis. Ada juga berkenaan ikhtiar mereka yang mengirim tulisan sampai dimuat di fasilitas massa. Banyaknya pertanyaan yang sering terulang pada lebih dari satu kesempatan memotivasinya untuk menjawabnya melalui sebuah buku. Agar dapat lebih luas.

Untuk Mengasah Keterampilan

Terbitnya buku berjudul Kisah Inspiratif Keluarga Penulis itu dikehendaki ikut menebarkan virus menulis. Salahsatu wujud kepedulian adalah penyadaran melalui tulisan. Pada tahap inilah tanggung jawab seorang penulis dipertanyakan. Keseharian kehidupan manusia diselingi dengan beraneka persoalan. Apapun bentuknya. Detik demi detik, beraneka kasus nyaris senantiasa berganti. Mulai dari urusan pribadi, keluarga sampai negara. Bahkan tidak jarang beraneka kasus seakan jadi berlarut-larut.

Buku ini diawali kisah berjudul Sabtu Pagi di Kantor Pos. Dituliskan bahwa belasan orang tampak antri di kantor pos kecamatan. Mereka berkunjung kepagian walaupun loket pos baru diakses pukul setengah delapan. Menilik kartu atau lembaran kertas yang mereka pegang menandakan lebih dari satu besar bakal membayar beraneka angsuran. Mulai biaya listrik, air minum, pajak, kredit sepeda motor, barang elektronik atau beraneka cicilan yang wajib dibayar bulanan. Hari itu anaknya yang masih kelas II SD berkenan menyita wesel atas honor menulisnya.

https://www.ruangguru.co.id/ “Buku ini kita tulis dengan bhs dan ulasan yang sederhana, ringan. agar ringan dipahami. Buku ini dimaksudkan untuk membantu para orangtua dan guru agar bersama-sama meyakini bahwa menulis itu dapat konsisten dipelajari,” pungkas Joko.

“Kami belumlah apa-apa, tapi semoga yang simple ini khususnya memotivasi kita untuk lebih berkarya lagi,” ingin Heni yang merupakan alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.