Cara Menyemai Biji Kacang Kacangan Agar Cepat Tumbuh

Cara Menyemai Biji Kacang Kacangan Agar Cepat Tumbuh

Cara Menyemai Biji Kacang Kacangan – Banyak sekali aneka ragam tanaman kacang-kcangan di Indonesia. Diantaranya adalah Tanaman Kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah. Kedelai terlalu diperlukan oleh masyarakat lndonesia. Tempe, tahu, dan susu kedelai merupakan makanan dan minuman yang berbahan baku dari kedelai.

Sayangnya hasil panen petani di lndonesia belum mencukupi. Negara kita masih banyak mengimpor kedelai dari Amerika untuk memenuhi kebutuhan. Kacang hijau dan kacang tanah termasuk masih kita impor.

Kurangnya pencukupan pada keperluan selanjutnya dikarenakan banyak faktor. Mulai dari minimal petani yang menanam tanaman selanjutnya ditambah termasuk dikarenakan adanya gagal panen atau hasil panen yang kurang melimpah.

Hasil panen yang kurang maksimal bisa disebabkan dikarenakan bermacam segi salahsatunya adalah salahnya proses penyemaian biji tanaman. Maka dari itu proses menyemai biji ini merupakan tidak benar satu baigan paling utama didalam proses budidaya tanaman kacang-kacangan.

Untuk memperbanyak tanaman kacang-kacangan cuma bisa bersama dengan memanfaatkan biji. Benih kacang-ka€ngan sebaiknya diberi inokulan rhizobium atau legin supaya hasil panennya tinggi. Bakteri rhizobium ini nantinya akan hidup pada bintil akar. Peranannya terlalu penting, yakni mengikat unsur nitrogen dari udara. Dengan demikian tanaman akan menghasilkan buah yang banyak.

Cara Menyemai Biji Kacang Kacangan

  • Siapkan lahan penanaman. Kacang-kacangan bisa ditanam ditegal atau di sawah sesudah penanaman padi. Lahan dibikin bedengan, supaya air tidak menggenang.
  • Benih dibasahi lantas dicampur legin. Untuk 1 kg benih dicampur bersama dengan 4 gr legin.
    Lahan dilubangi bersama dengan tugal sedalam 4-6 cm. Masukkan 2-3 benih lantas tutup bersama dengan tanah supaya benih tidak dimakan burung.
    Sebelah area penanaman benih ditugal dan diberi pupuk.
  • Lakukan penyiraman yang cukup supaya benih bisa tumbuh.
  • Bila didalam 5-7 hari benih tidak tumbuh atau perkembangan kecamb’hh tidak sehat, lakukan penyulaman. Yaitu menyemai lagi benih pada area yang tidak tumbuh.

Demikianlah langkah-langkah menyemai biji taaman kacang-kacangan. Semoga wejangan singkat ini bisa berguna untuk kamu yang akan menanam tanaman kacang-kacangan. Kemudian semoga hasil panennya termasuk bisa melimpah

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Jenis Harimau Yang Ada dibelahan Dunia

Jenis Harimau Yang Ada dibelahan Dunia – Ada 9 subspesies Harimau di dunia, Namun 3 diantaranya telah resmi punah. Harimau-harimau yang sekarang masih eksis tersebar di Bangladesh, Siberia, India, China, Iran, Afghanistan, dan Asia Tenggara.

1. Harimau Bengal (Phantera tigris tigris)

Harimau jenis ini disebut pun sebagai Harimau India. Daerah penyebaran harimau binal antara beda India, Bhutan, Bangladesh, dan Nepal. Diperkirakan ketika ini Populasi Harimau Bengal tidak lebih dari 2,500 ekor. Pada tahun 2011 diadukan jumlah harimau binal dewasa di India selama 1.520-1.909, di Bangladesh 440 ekor, di Nepal 155 ekor, dan di Bhutan 75 ekor. Habitat Harimau Bengal ialah di padang rumput aluvial, hutan hujan tropis, hutan tropis, hutan lembab, hutan kering, dan hutan mangrov.

2. Harimau Indocina (Phantera Tigris Corbetti)
Harimau ini pun disebut dengan harimau corbet dan bisa ditemukan di distrik Kamboja, China, Laos, Thailand, Burma, dan Vietnam. Harimau ini ukurannya lebih kecil dan lebih gelap dikomparasikan dengan harimau bengal. Habitat harimau indonecinaadalah hutan di wilayah gunung atau perbukitan. Diperkirakan populasi harimau indocina ketika ini selama 350 ekor saja.

3. Harimau Malaya (Panthera Tigris Jacksoni)
Mereka melulu dapat ditemukan di wilayah bagian unsur selatan dari semenanjung Malaysia. Harimau Malaya adalahikon nasional negara Malaysia. Harimau jenis ini baru dinyatakan sebagai di antara subspesies harimau pada tahun 2004. Saat ini diduga jumlah Harimau Malaya melulu sekitar 500 ekor.

4. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)

Harimau jenis ini hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera. Harimau Sumatera adalahjenis harimau yang berukuran sangat kecil dari seluruh spesies harimau. Populasi Harimau Sumatera ketika ini diduga hanya ada selama 400-500 ekor. Mereka ialah salah satu spesies yang berstatus ‘kritis’.

5. Harimau Siberia (Panthera Tigris Altaica)
Harimau ini pun dikenal dengan nama Harimau Amur sebab mereka hidup di distrik Amur-Ussuri jauh disebelah Timur Siberia.Mereka ialah jenis harimau terbesar dalam keluarganya. Pada tahun 2005 ada selama 331-393 ekor harimau Siberia dewasa dan remaja.

6. Harimau Cina Selatan (Panthera Tigris Amoyensis)
Mereka pun sering dinamakan dengan nama Amoy atau harimau Xiamen. Mereka ialah subspesies harimau yang sangat terancam punah ketika ini. Bahkan mereka pun pernah masuk dalam 10 hewan paling dalam bahaya punah di dunia. Diperkirakan ketika ini melulu ada selama 59 ekor harimau Cina Selatan, dimana semuanya sedang di Cina.

Sementara 3 spesies harimau lainnya yang telah punah ialah Harimau Bali, Harimau Jawa, dan Harimau Kaspia.

Sumber :

faunadanflora.com/

Cara pembenihan ikan lele

Cara pembenihan ikan lele

Cara pembenihan ikan lele

Terdapat dua segmen bisnis di dalam budidaya ikan lele, yakni bisnis pembesaran dan bisnis pembenihan. Para peternak pembesaran kebanyakan tidak membenihkan sendiri. Lebih praktis bagi mereka untuk belanja benih dari peternak benih. Karena bisnis pembenihan ikan lele perlu tingkat keterampilan dan ketelitian yang lebih tinggi.

Cara pembenihan ikan lele

Cara pemeliharaan dan perlakuan budidaya pembesaran berbeda dengan budidaya pembenihan. Akan lebih baik apabila peternak fokus terhadap tidak benar satu segmen bisnis tersebut. Setelah pada mulanya kami membicarakan segmen pembesaran ikan lele, kali ini kami bakal membicarakan cara pembenihan ikan lele. Untuk paham lebih jauh silakan lihat tetap artikel ini.

Seleksi indukan ikan lele
Memilih indukan untuk pembenihan ikan lele hendaknya dimulai sejak calon indukan masih berukuran sekitar 5-10 cm. Pilih ikan lele yang membawa sifat-sifat unggul seperti tidak cacat, punyai wujud tubuh yang baik, gerakannya lincah, pertumbuhannya paling cepat dibanding lainnya. Kemudian memelihara calon-calon indukan unggul selanjutnya di dalam kolam pemeliharaan tersendiri. Pemeliharaan calon indukan bakal lebih baik apabila diperlakukan lebih istimewa, dengan mengimbuhkan pakan memiliki kwalitas dan pengairan yang bagus.

Penyeleksian terhadap calon indukan untuk pembenihan ikan lele dilakukan tiap tiap 2 minggu sekali. Jangan lupa pisahkan berdasarkan ukuran sehingga tidak saling kanibal. Lakukan secara berkala hingga mendapatkan indukan yang terlalu baik. Ikan lele jantan mampu dijadikan indukan sesudah berumur 8 bulan, sedangkan untuk lele betina setidaknya berumur satu tahun. Bobot indukan yang baik setidaknya mencapai 0,5 kg.

Setelah calon-calon indukan cukup usia dan ukuran, pilih indukan-indukan yang nampak bugar, bebas penyakit dan wujud tubuh yang bagus untuk proses pemijahan. Indukan yang bakal dipijahkan sebaiknya dipelihara di dalam kolam khusus. Pisahkan antara jantan dan betina sehingga tidak berlangsung pembuahan diluar rencana.

Kolam tertentu berguna untuk memelihara calon induk hingga siap matang gonad. Berikan pakan dengan kualitas baik untuk mempercepat kematangan gonad. Jumlah pakan yang kudu diberikan terhadap calon induk setidaknya 3-5% dari bobot tubuhnya tiap tiap hari dan diberikan dengan frekuensi 3-5 kali sehari. Kepadatan kolam untuk pemeliharan indukan ini tidak boleh lebih dari 6 ekor per m2. Dari kolam ini indukan lele yang mencukupi kriteria matang gonad, diambil untuk dipijahkan.

Indukan betina yang udah matang gonad punyai tanda-tanda sebagai berikut:

Bagian perut membesar ke arah anus, apabila diraba tersa lembek
Apabila diurut bakal nampak telur berwarna hijau tua
Alat kelamin berwarna kemerahan dan nampak membengkak
Warna tubuh beralih jadi coklat kemerahan
Gerakannya lambat
Sedangkan untuk indukan jantan untuk pembenihan ikan lele hendaknya punyai tanda-tanda sebagai berikut:

Tubuhnya ramping
Alat kelaminnya memerah
Warna tubuh bakal nampak coklat kemerahan
Gerakannya lincah
Teknik pemijahan ikan lele
Pemijahan atau mengawinkan ikan untuk pembenihan ikan lele mampu dilakukan dengan beraneka metode, baik yang alami atau intensif. Pemijahan alami yakni perkawinan yang tidak perlu campur tangan manusia di dalam proses pembuahan sel telur dengan sperma. Sedangkan pemijahan intensif merupakan proses perkawinan yang perlu intervensi manusia di dalam proses pembuahannya. Terdapat lebih dari satu cara terkenal yang biasa dipakai untuk memijahkan ikan lele secara intensif, yaitu:

Penyuntikan hipofisa
Penyuntikan hormon buatan
Pembuahan in vitro (dalam tabung)
Untuk paham secara lebih cermat mengenai teknik-teknik di atas, silakan baca artikel cara pemijahan ikan lele.

Pemeliharaan larva
Dari proses pemijahan bakal dihasilkan larva ikan yang kudu dibesarkan di dalam langkah pembenihan ikan lele selanjutnya. Pisahkan larva dari induknya. Kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva kudu terjaga. Usahakan ada aerasi dengan aerotor untuk menyuplai oksigen. Suhu kolam kudu dipertahankan terhadap kisaran 28-29oC. Pada suhu di bawah 25oC, kebanyakan bakal terbentuk bintik putih terhadap larva yang mengakibatkan kematian massal.

Apabila berlangsung pergantian suhu, usahakan tidak berlangsung secara ekstrim. Perubahan suhu kolam sebaiknya tidak berfluktuasi lebih dari 1oC. Banyak larva yang tidak mentolerir suhu yang berubah-ubah.

Hal mutlak lainnya adalah menjaga kebersihan kolam. Bersihkan kolam dari kotoroan dan sisa pakan dengan spons. Kotoran dan sisa pakan mampu mengakibatkan gas amonia yang mampu mengakibatkan kematian larva.

Larva masih membawa persediaan makanan di dalam dirinya, jadi tidak kudu diberi pakan hingga 3-4 hari. Setelah persediaan makanannya habis, larva kudu langsung diberi pakan. Pakan mampu berwujud kuning telur yang udah direbus. Ambil anggota kuningnya, lumat hingga halus dan campurkan dengan 1 liter air bersih. Larutan selanjutnya cukup untuk 100.000 ekor larva.

Setelah larva berumur satu minggu, berikan pakan berpa cacing sutera (Tubifex sp.). Cacing ini punya nilai gizi tinggi dan disukai benih ikan yang baru tumbuh. Pakan berwujud cacing ini meringankan perawatan, karena mampu hidup di dalam air dan tidak mengotori kolam. Sehingga meminimalkan resiko keracunan akibat sisa pakan yang membusuk.

Cacing sutera diberikan hingga larva berumur 3 minggu atau berukuran 1-2 cm. Setelah itu, larva mampu dikatakan udah jadi benih ikan dan siap diberi pelet yang berwujud tepung.

Pendederan benih
Pendederan adalah suatu tahapan untuk membebaskan benih ikan ke tempat pembesaran sementara. Proses pendederan merupakan tidak benar satu tahapan mutlak di dalam pembenihan ikan lele. Tempat pendederan kebanyakan berwujud kolam kecil dengan pengaturan lingkungan yang ketat. Tahapan ini dibutuhkan karena benih ikan masih rentan terhadap serangan hama, penyakit dan pergantian lingkungan yang ekstrem. Benih ikan didederkan hingga siap untuk ditebar di kolam budidaya yang lebih luas.

a. Menyiapkan kolam pendederan
Kolam pendederan untuk pembenihan ikan lele mampu berwujud kolam tanah, kolam semen atau kolam dari terpal. Tidak ada patokan luasan yang dianjurkan untuk kolam pendederan. Namun lebih baik tidak terlalu luas, sehingga lebih mudah dikontrol, apabila ukuran 2×3 atau 3×4 m dengan kedalaman kolam 0,75-1 meter. Kolam selanjutnya termasuk kudu memungkinkan di pasangi peneduh seperti paranet, untuk menghindari kematian benih karena terik matahari di musim kemarau.

Dalam mempersiapkan kolam pendederan, perhatikan dengan seksama saluran masuk dan nampak pintu air. Gunakan jaring yang halus sehingga benih tidak mampu melintas saluran air dan tidak ada hama dari luar yang terbawa masuk ke kolam. Lakukan pengeringan kolam sebelum digunakan. Lebih baik apabila kolam dijemur untuk menghalau bibit penyakit yang bisa saja tersisa dari kegiatan sebelumnya. Khusus untuk style kolam tanah yang bakal digunakan untuk pembenihan ikan lele, laksanakan pengolahan tanah dan pemupukan dasar kolam.

Pengisian air kolam untuk pembenihan ikan lele, hendaknya dilakukan secara bertahap. Pada langkah awal isikan kolam dengan kedalaman 20-30 cm. Hal ini mengingat benih ikan masih terlalu kecil, apabila kolam terlalu di dalam benih selanjutnya bakal ada masalah untuk berenang ke atas dan mengambil alih oksigen dari udara. Setelah benih membesar tambahkan kedalaman kolam secara bertahap, menyesuaikan dengan ukuran benih ikan.

b. Pelepasan benih
Benih ikan lele udah mampu dipindahkan ke kolam pendederan sesudah berumur 3 minggu dihitung sejak menetas di tempat pemijahan. Atau, sekitar berukuran panjang 1-2 cm. Kepadatan tebar benih lele berkisar 300-600 ekor per m2.

Benih ikan yang masih kecil terlalu sensitif terhadap pergantian lingkungan yang ekstrim. Oleh karena itu, memindahkan benih ikan ke kolam pendederan kudu kehati-hatian. Caranya, Gunakan wadah atau ember plastik, kemudian isikan dengan dari kolam asal hingga penuh. Ambil benih ikan menggunakan jaring yang halus, lalu masukkan ke di dalam wadah tadi.

Setelah wadah terisi penuh, angkat dan pindahkan wadah selanjutnya ke kolam pendederan. Kemudian miringkan, sehingga air di dalam wadah menyatu dengan air kolam pendederan. Diamkan sejenak dan biarkan benih ikan berenang nampak dengan sendirinya dari di dalam wadah.

c. Pemberian pakan pembenihan ikan lele
Ketika benih masih berukuran 1-2 cm, menggunakan tepung pelet yang punyai kadar protein lebih dari 40 persen, karena terhadap usia selanjutnya benih lele perlu banyak protein untuk perkembangan. Jenis pakan yang diberikan mampu berwujud pelet style PSC atau pakan udang DO-A. Pemberian pakan style ini kudu teliti, karena pakan bakal tenggelam dan menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan bakal membentuk amonia yang beresiko bagi benih ikan. Selanjutnya benih ikan mampu dipindahkan ke kolam pendederan benih.

Apabila ikan udah mencapai ukuran 2-3 cm berikan pakan F999 atau PF1000, atau style pelet yang berwujud butiran kecil. Berikan pakan ini setidaknya hingga benih berukuran 4-6 cm. Pada prinsipnya, ukuran pakan kudu sesuai dengan bukaan mulut benih ikan.

Pakan diberikan dengan frekuensi 4-5 kali sehari. Waktu pertolongan pakan mampu dilakukan terhadap pagi, siang, sore dan malam hari. Karena ikan lele style binatang nokturnal atau aktif dimalam hari, hendaknya porsi pertolongan makan terhadap malam hari lebih besar. Lamanya proses pendederan berkisar 5-6 minggu atau hingga benih ikan lele berukuran 5-7 cm.

Panen pembenihan ikan lele
Pembenihan ikan lele memakan pas 8-9 minggu sejak benih menetas. Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm. Cara pemanenan dilakukan dengan mengeringkan air kolam pelan-pelan hinga ikan berkumpul terhadap titik yang di dalam atau saluran kemalir. Kemudian ambil ikan dengan jaring yang halus. Lakukan pengambilan ikan dengan hati-hati, karena benih selanjutnya masih rentan apabila mengalami luka terhadap permukaan tubuhnya. Tampung benih ikan di dalam wadah yang udah diisi dengan air dari kolam yang serupa sehingga ikan tidak mengalami stres.

Hal terakhir namun mutlak di dalam pembenihan ikan lele, adalah mempersiapkan konsumen bagi benih yang udah siap panen. Karena apabila pas panen terlambat karena benih belum ada pembelinya, peternak kudu menanggung biaya pemeliharaan ekstra. Pada ujungnya, makin lama panen tertunda bakal makin tidak tebal marjin yang bakal di terima peternak.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Media tanam merupakan tidak benar satu faktor penting yang sangat memilih dalam kegiatan bercocok tanam. Media tanam dapat memilih baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada kelanjutannya mempengaruhi hasil produksi. Jenis-jenis fasilitas tanam sangat banyak dan beragam. Apalagi bersama dengan berkembangnya beragam metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.

Membuat fasilitas tanam sayuran dalam polybag

Setiap model tanaman perlu cii-ciri dan karakteristik fasilitas tanam yang berbeda. Misalnya, tanaman buah perlu cii-ciri fasilitas tanam yang berbeda bersama dengan tanaman sayuran. Tanaman buah perlu fasilitas tanam yang solid sehingga dapat menolong pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, selagi model tanaman sayuran daun lebih perlu fasilitas tanam yang gembur dan gampang ditembus akar.

Nah, kali ini kita dapat membahas fasilitas tanam yang biasa digunakan untuk budidaya sayuran organik dalam polybag ataupun pot. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak tersedia di alam dan dapat dilaksanakan sendiri. Cara yang dapat kita uraikan cocok digunakan untuk budidaya tanaman organik gara-gara tidak gunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya.

Syarat fasilitas tanam yang baik
Media tanam miliki kegunaan untuk menolong tanaman, beri tambahan nutrisi dan menyediakan area bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat fasilitas tanam tumbuh-tumbuhan mendapatkan beberapa besar nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, fasilitas tanam dibikin sebagai pengganti tanah. Oleh gara-gara itu, mesti dapat menggantikan kegunaan tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik mesti miliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang cocok bersama dengan keperluan tanaman. Secara umum, fasilitas tanam yang baik mesti miliki syarat-syarat sebagai berikut:

Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus termasuk dapat menolong tanaman. Artinya, fasilitas tanam mesti gembur sehingga akar tanaman dapat tumbuh baik dan sempurna, dapat namun tetap memadai solid memegang akar dan menolong batang sehingga tidak roboh. Apabila fasilitas sangat gembur, pertumbuhan akar dapat leluasa namun tanaman dapat sangat gampang tercerabut. Sebaliknya seumpama sangat padat, akar dapat ada problem untuk tumbuh.
Memiliki porositas yang baik, artinya dapat menyimpan air sekaligus termasuk mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik. Media tanam mesti dapat menjaga kelembaban tanah namun mesti dapat membuang berlebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong antar materialnya. Media selanjutnya selanjutnya isa ditembus air, sehingga air tidak tergenang dalam pot atau polybag. Namun disisi lain ronga-rongga selanjutnya mesti dapat menyerap air (higroskopis) untuk disimpan sebagai cadangan dan menjaga kelembaban.
Menyediakan unsur hara yang memadai baik makro maupun mikro. Unsur hara sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini dapat dihidangkan dari pupuk atau kegiatan mikroorganisme yang terkandung dalam fasilitas tanam.
Tidak mengandung bibit penyakit, fasilitas tanam mesti bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam fasilitas tanam dapat menyerang tanaman dan membuat kematian pada tanaman. Media tanam tidak mesti steril gara-gara banyak mikrooganisme tanah yang sebenarnya sangat berguna bagi tanaman, namun mesti higienis dari bibit penyakit.

Bahan-bahan fasilitas tanam organik
Ada banyak ragam material yang dapat dimanfaatkan untuk membuat fasilitas tanam mulai dari yang alami sampai yang sintetis. Namun dalam kesempatan kali ini kita hanya dapat menghambat pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)
Tanah yang baik untuk fasilitas tanam sebaiknya diambil dari lapisan anggota (top soil). Secara lazim terkandung dua model tanah yaitu yang mesti diperhatikan yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir miliki kapabilitas drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun kelemahannya tanah selanjutnya tidak baik dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih susah ditembus oleh air sehingga dapat membuat air tergenang dalam fasilitas tanam. Tanah yang baik untuk fasilitas tanaman tidak sangat berpasir dan tidak sangat lempung, melainkan mesti gembur.

b. Kompos atau humus
Kompos merupakan bahan organik yang berguna sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk fasilitas tanam adalah kompos padat, silahkan baca model dan karakteristik pupuk kompos. Hampir seluruh model kompos padat dapat digunakan sebagai bahan baku fasilitas tanam.

Penambahan bahan-bahan organik seperti kompos atau humus pada fasilitas tanam dapat melakukan perbaikan struktur fisik tanah dan menaikkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan sebaiknya berwujud kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya susah diserap tanaman gara-gara belum terurai secara penuh.

Selain kompos, dapat termasuk gunakan humus yang didapatkan dari hutan. Tanah humus miliki kadar unsur hara yang tinggi. Bila wilayah anda dekat bersama dengan hutan, tanah humus dapat dicari bersama dengan mudah. Tempat-tempat paling baik adalah disekitar tanaman pakis-pakisan.

Unsur bahan organik lain termasuk dapat digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja mesti digarisbawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya telah berwujud granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko mempunyai hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang sekam atau sabut kelapa
Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak prima dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk menaikkan kapasitas porositas tanah. Penambahan arang sekam pada fasilitas tanam dapat melakukan perbaikan struktur fasilitas tanam gara-gara mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan memelihara kelembaban.

Manfaat arang sekam adalah dapat menetralisir keasaman tanah, menetralisir racun, menaikkan daya ikat tanah pada air, merangsang pertumbuhan mikroba yang untung bagi tanaman, menjadikan tanah gembur sehingga melakukan perbaikan drainase dan aerasi tanah. Arang sekam lebih baik dibanding sekam padi, gara-gara arang sekam telah mengalami pembakaran yang dapat menghalau bibit penyakit atau hama yang bisa saja saja terikut.

Selain arang sekam, dapat termasuk digunakan sisa-sisa sabut kelapa (coco peat). Sabut kelapa mempunyai cii-ciri seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di area yang kering bersama dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari anggota kulit kelapa yang telah tua.

Cara membuat fasilitas tanam organik
Berikut ini cara-cara membuat fasilitas tanam polybag atau pot bersama dengan gunakan bahan baku yang telah diterangkan di atas. Untuk membuat fasilitas tanam yang baik dibutuhkan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang dapat digunakan dalam tutorial selanjutnya adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut langkah-langkahnya:

Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari anggota paling atas. Kemudian ayak tanah selanjutnya sampai jadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam situasi kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal dapat membuat bahan-bahan tidak tercampur bersama dengan merata.
Siapkan kompos yang telah matang, dapat dari model kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus selanjutnya sehingga jadi butiran halus.
Siapkan arang sekam, silahkan baca cara membuat arang sekam.
Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 2 anggota tanah, 1 anggota kompos dan 1 anggota arang sekam (2:1:1). Aduk sampai merata.
Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran selanjutnya kedalamnya. Media tanam telah siap digunakan.
Sekadar catatan, ketiga bahan baku selanjutnya dapat termasuk dicampur bersama dengan komposisi 1:1:1 atau 2:1:1. Mana yang paling baik bagi Anda, sudah pasti bergantung dari model tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian memperlihatkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try plus error.

Media tanam sangat berguna seumpama kita menghendaki menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok diterapkan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.